Kamis, 09 Oktober 2014

MATERI PELAJARAN

MATERI PELAJARAN


A.    Pengertian materi pelajaran
Materi pelajaran pada hakekatnya merupakan bagian tak terpisahkan dari silabus, yakni perencanaan, prediksi dan proyeksi tentang apa yang akan dilakukan pada saat kegiatan pembelajaran.
Secara garis besar dapat dikemukaakn bahwa Materi Pelajaran adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai peserta didik dalam rangka memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan.
Tian.2003: Materi Pelajaran menurut Pannen adalah bahan-bahan atau materi pelajaran yang disususn secara sistematis yang digunakan guru dan siswa dalam proses pembelajaran.
Materi pelajaran menempati posisi yang sangat penting dari keseluruhan kurikulum, yang harus dipersiapkan agar pelaksanaan pembelajaran dapat mencapai sasaran. Sasaran tersebut harus sesuaidengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus dicapai  oleh peserta didik, artinya materi yang ditentukan untuk kegiatan pembelajaran hendaknya materi yang benar-benar menunjang tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta tercapainya indicator. Materi pelajaran dipilih seoptimal mungkin untuk membantu peserta didik dalam mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar.
Hal-hal yang perlu diperhatikan berkenaan dengan pemilihan Materi Pelajaran adalah jenis, cakupan, urutan, dan perlakuan terhadap Materi Pelajaran tersebut. Agar guru dapat membuat persiapan dan berdaya guna dan berhasil guna, dituntut memahami berbagai aspek yang berkaitan dengan pengembangan Materi Pelajaran, baik berkaitan dengan hakikat, fungsi, prinsip, maupun prosedur pengembangan materi serta mengukur efektivitas persiapan tersebut.

1.      Janis-jenis materi pelajaran
Jenis-jenis materi pelajaran dapat diklasifikasikan sebagai berikut.
a.       Fakta yaitu segala hal yang berwujud kenyataan dan kebenaran, meliputi nama-nama onbjek, peristiwa sejarah, lambang, nama tempat, nama orang, nama bagian atau komponen suatu benda, dan sebagainya.
b.      Konsep yaitu segala yang berwujud pengertian-pengertian baru yang bisa timbul sebagai hasil pemikiran, meliputi definisi, pengertian ciri khusus, hakikat, inti/isi dan sebagainya.
c.       Prinsip yaitu berupa hal-hal utama, pokok, dan memiliki posisi terpenting, meliputi dalil, rumus, adagium, postulat, paradigma, teorema, serta hubungan antar konsep yang menggambarkan implikasi sebab akibat.
d.      Prosedur merupakan langkah-langkah sistematis atau berurutan dalam mengerjakan suatu aktivitas dan kronologi suatu system.
e.       Sikap atau Nilai merupakan hasil belajar aspek sikap, misalnya nilai kejujuran, kasih sayang, tolong-menolong, semangat dan minat belajar dan bekerja.
2.      Prinsip-Prinsip Pengembangan Materi
Prinsip-prinsip dalam menentukan Matrei Pelajaran adalah kesesuaian (relevansi), keajegan (konsistensi), dan kesukupan (adequacy).
a.       Relevansi artinya kesesuaian. Materi pelajaran hendaknya relevan dengan pencapaian standar kompetensi dan pencapaian kompetensi dasar.
b.      Konsistensi artinya keajegan. Jika kompetensi dasar yang harus dikuasai ada empat macam, maka materi yang harus diajarkan juga harus meliputi empat macam.
c.       Adequacy artinya kecukupan. Materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu peserta didik menguasai kompetensi dasar yang diajarkan. Materi tidak boleh terlalu sedikit, dan tidak boleh terlalu banyak.
3.      Langkah-Langkah Penentuan Materi Pelajaran
a.       Identifikasi standar kompetensi dan kompetensi dasar
Sebelum menentukan Materi Pelajaran terlebih dahulu perlu di identifikasi aspek-aspek keutuhan kompetensi yang harus dipelajari atau diukasai peserta didik. Aspek tersebut perlu ditentukan, karena setiap standar kompetensi dan kompetensi dasar memerlukan jenis materi yang berbeda-beda dalam jenis pelajaran. Harus ditentukan apakah standar kompetensi dan kompetensi dasar yangb harus dikuasai peserta didik termasuk ranah kognitif, psikomotor, ataukah efektif.
b.      Identifikasi Jenis-Jenis Materi Pelajaran
v  Ranah Kognitif
Identifikasi dilakukan berkaitan dengan kesesuaian materi pelajaran dengan tingkatan aktivitas/ranah pembelajarannya.
Materi yang sesuai dengan ranah kognitif ditentukan berdasarkan prilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian, dan kemampuan berpikir. Dengan demikian, jenis materi  yang sesuai untuk ranah kognitif adalah fakta, konsep, prinsip, prosedur.
v  Ranah afektif
Materi pelajaran yang sesuai ranah afektif ditentukan berdasarkan prilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri. Dengan demikian, jenis materi yang sesuai untuk  ranah afektif meliputi rasa dan penghayatan, seperti pemberian respon, penerimaan, internalisasi, dan penilaian.
v  Ranah Psikomotorik
Materi pelajaran yang sesuai untuk ranah psikomoror ditentukan berdasarkan prilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik. Dengan demikian, jenis materi yang sesuai untuk ranah psikomotor terdiri dari gerakan awal, semirutin, dan rutin.

c.       Penentuan  Cakupan Materi Pelajaran
Dalam penentuan cakupan atau ruang lingkup materi pelajaran harus memperhatikan apakah materinya berupa aspek kognitif (fakta, konsep, prinsip, prosedur) aspek afektif, ataukah aspek psikomotor, karena ketika sudah diimplementasikan dalam proses pembelajaran maka tiap-tiap jenis materi uraian materi tersebut memerlukan strategi dan media pembelajaran yang berbeda-beda. Selain memerhatikan jenis materi juga harus memerhatikan prinsip-prinsip yang perlu digunakan dalam menentukan cakupan materi pelajaran yang menyangkut keluasan dan kedalam materinya.
Keluasan cakupan materi berarti menggambarkan beberapa banyak materi yang dimasukan ke dalam suatu materi pelajaran. Kedalam materi menyangkut rincian konsep-konsep yang terkandung di dalamnya yang harus dipelajari oleh peserta didik.
d.      Urutan Materi Pembelajaran
Urutan penyajian berguna untuk menentukan urutan proses pembelajaran.  Tanpa urutan yang tepat, jika diantara beberapa materi pembelajaran mempunyai hubungan yang bersifat prasyarat akan menyulitkan peserta didik dalam mempelajarinya.
Materi pembelajaran yang sudah ditentukan ruang lingkup serta kedalamanya dapat diurutkan melalui dua pendekatan pokok, yaitu: pendekatan prosedural dan pendekatan hierarkis.
1.      Pendekatan prosedural
Urutan materi pelajaran secara prosedural menggambarkan langkah-langkah secara urut sesuai dengan langkah-langkah melaksanakan suatu tugas. Misalnya langkah-langkah: mengoperasikan bilangan bulat, menghitung pecahan, dan sebagainya.
2.      Pendekatan hierarkis
Urutan materi pelajaran secara hierarkis menggambarkan urutan yang bersifat berjenjang dari bawah ke atas atau dari atas ke bawah. Materi sebelumnya harus dipelajari dahulu sebagai prasyarat untuk mempelajari materi berikutnya.
3.      Penentuan sumber belajar
Berbagai sumber belajar dapat digunakan untuk mendukung materi pelajaran tertentu.  Penentuan tersebut harus tetap mengacu pada setiap sandar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan.
Beberapa Janis sumber belajar antara lain:
1.      Buku
2.      Laporan hasil pnelitian
3.      Jurnal (Penerbitan Hasil Penelitian dan Pemikiran Ilmiah)
4.      Majalah Ilmiah
5.      Kajian Pakar Bidang Studi
6.      Karya Profesional
7.      Buku kurikulum
8.      Terbitan Berkala seperti harian, mingguan, dan bulanan
9.      Situs-situs Internet
10.  Multimedia (TV, video, VCD, kaset audio, dsb)
11.  Lingkungan (alam, sosial, seni budaya, teknik, industri, ekonomi)
12.  Narasumber


B.     Analisis Materi Pelajaran
Tayibnapis.2000:   Analisis  adalah  penyelidikan  suatu  peristiwa (karangan,  perbuatan  dan  sebagainya)  untuk  mengetahui  apa  sebabnya, bagaimana  duduk  perkaranya  dan  sebagainya Analisis Materi Pelajaran adalah kegiatan pemilihamateri esensial dari keselulruhan materi suatu pelajaran yang merupakan materi pelajaran minimal yang harus dikuasai dan dimiliki dalam proses pelajarannya. Materi pelajartan yang esensial itu mencakup tentang konsep kunci keilmuwan, tema-tema utama, dan nilai-nilai dasar yang memiliki karakteristik antara lain sebagai berikut :
Ø  Universal, konsep kunci keilmuwan itu memiliki tingkat generalisasi yang tinggi
Ø  Adaptif, artinya dapat memberikan kemampuan kepada siswa untuk mengadaptasi perubahan dan perkembangan pengetahuan dan teknologi
Ø  Transferable, artinya konsep-konsep yang ada dalam pokok-pokok bahasan tersebut dapat  dimanfaatkan atau digunakan bagi pemecahan masalah dalam berbagai pihak
Ø  Aplikatif, memungkinkan untuk diterapkan atau diaplikasikan secara luas pada berbagai bidang keilmuwan dan teknologi
Ø  Meaningful, artinya layak bermakna dan bermanfaat untuk diketahui  dan dan dikuasi oleh siswa

C.     Kaitan Tujuan Dengan Materi Pelajaran
Dalam konteks pendidikan, tujuan merupakan persoalan tentang misi dan visi suatu lembaga pendidikan. Artinya, tujuan penyelenggaraan pendidikan diturunkan dari visi dan misi lembaga,  dan sebagai arah yang harus dijadikan rujukan dalam proses pembelajaran. Komponen ini memiliki fungsi yang sangat penting dalam sistem pembelajaran. Kalau diibaratkan, tujuan pembelajaran adalah jantungnya, dan suatu proses pembelajaran terjadi manakala terdapat tujuan yang harus dicapai. 12
Tujuan pembelajaran membantu dalam mendesain sistem pembelajaran. Artinya, dengan tujuan yang jelas dapat membantu guru dalam menentukan materi pelajaran, metode atau strategi pembelajaran, alat, media dan sumber belajar, serta dalam menentukan dan merancang alat evaluasi untuk melihat keberhasilan belajar siswa.

D.     Kaitan Evaluasi Dengan Materi Pelajaran
Arikunto.2005: Evaluation is the process of delineating, obtaining, and providing descriptive and judgmental  information about the worth and merit of some object’s goals, design, implementation, and impact in order to guide decision making serve needs for accountability, and promote understanding of the involved phenomena.
Evaluasi merupakan suatu proses menyediakan informasi yang dapat  dijadikan sebagai pertimbangan untuk menentukan harga dan jasa (the worth and merit) dari tujuan yang dicapai, desain, implementasi dan dampak untuk membantu membuat keputusan, membantu pertanggung jawaban dan meningkatkan pemahaman terhadap fenomena. Menurut rumusan tersebut,   inti dari evaluasi adalah penyediaan informasi yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan.
Evaluasi merupakan kegiatan pengumpulan kenyataan mengenai proses pembelajaran secara  sistematis untuk menetapkan apakah terjadi perubahan terhadap peserta didik dan sejauh apakah perubahan tersebut mempengaruhi kehidupan peserta didik.
Kaitannya dengan materi pelajaran, dalam evaluasi pembelajaran itu terdapat evaluasimasukan pembelajaran menekankan pada evaluasi karakteristik peserta didik, kelengkapan dan keadaan sarana dan prasarana pembelajaran, karakteristik dan kesiapan tutor, kurikulum dan Materi Pelajaran, strategi pembelajaran yang sesuai dengan mata pelajaran, serta keadaan lingkungan dimana pembelajaran berlangsung.




Kesimpulan
Ø  Materi Pelajaran pada hakekatnya merupakan bagian tak terpisahkan dari Silabus, yakni perencanaan, prediksi dan proyeksi tentang apa yang akan dilakukan pada saat Kegiatan Pembelajaran.
Ø  Jenis-jenis Materi Pelajaran dapat diklasifikasi sebagai berikut: Fakta, Konsep, Prinsip, Prosedur, dan Sikap atau Nilai. Prinsip-Prinsip Pengembangan  Materi: Prinsip-prinsip yang dijadikan dasar dalam menentukan Materi Pelajaran adalah kesesuaian (relevansi), keajegan (konsistensi), dan kecukupan (adequacy). Langkah-langkah penentuan Materi Pelajaran:identifikasi standar  kompetensi dan kompetensi dasar, identifikasi jenis-jenis Materi  Pelajaran,penentuan cakupan Materi Pelajaran, urutan materi  pembelajaran.
Ø  Analisis Materi Pelajaran adalah kegiatan pemilihan materi esensial dari  keselulruhan materi suatu pelajaran yang merupakan materi pelajaran minimal yang harus dikuasai dan dimiliki dalam proses pelajarannya.
Ø  Tujuan pembelajaran membantu dalam mendesain sistem pembelajaran. Artinya, dengan tujuan yang jelas dapat membantu guru dalam menentukan materi pelajaran.
Ø  Evaluasi pembelajaran itu terdapat evaluasi masukan pembelajaran menekankan pada evaluasi karakteristik peserta didik, kelengkapan dan keadaan sarana dan prasarana pembelajaran, karakteristik dan kesiapan tutor, kurikulum dan Materi Pelajaran.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar