MATERI PELAJARAN
A. Pengertian
materi pelajaran
Materi
pelajaran pada hakekatnya merupakan bagian tak terpisahkan dari silabus, yakni
perencanaan, prediksi dan proyeksi tentang apa yang akan dilakukan pada saat
kegiatan pembelajaran.
Secara
garis besar dapat dikemukaakn bahwa Materi Pelajaran adalah pengetahuan,
keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai peserta didik dalam rangka memenuhi
standar kompetensi yang ditetapkan.
Tian.2003:
Materi Pelajaran menurut Pannen adalah bahan-bahan atau materi pelajaran yang
disususn secara sistematis yang digunakan guru dan siswa dalam proses
pembelajaran.
Materi
pelajaran menempati posisi yang sangat penting dari keseluruhan kurikulum, yang
harus dipersiapkan agar pelaksanaan pembelajaran dapat mencapai sasaran. Sasaran
tersebut harus sesuaidengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus
dicapai oleh peserta didik, artinya
materi yang ditentukan untuk kegiatan pembelajaran hendaknya materi yang
benar-benar menunjang tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar,
serta tercapainya indicator. Materi pelajaran dipilih seoptimal mungkin untuk
membantu peserta didik dalam mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar.
Hal-hal
yang perlu diperhatikan berkenaan dengan pemilihan Materi Pelajaran adalah jenis,
cakupan, urutan, dan perlakuan terhadap Materi Pelajaran tersebut. Agar guru
dapat membuat persiapan dan berdaya guna dan berhasil guna, dituntut memahami
berbagai aspek yang berkaitan dengan pengembangan Materi Pelajaran, baik
berkaitan dengan hakikat, fungsi, prinsip, maupun prosedur pengembangan materi
serta mengukur efektivitas persiapan tersebut.
1. Janis-jenis
materi pelajaran
Jenis-jenis
materi pelajaran dapat diklasifikasikan sebagai berikut.
a. Fakta
yaitu segala hal yang berwujud kenyataan dan kebenaran, meliputi nama-nama
onbjek, peristiwa sejarah, lambang, nama tempat, nama orang, nama bagian atau
komponen suatu benda, dan sebagainya.
b. Konsep
yaitu segala yang berwujud pengertian-pengertian baru yang bisa timbul sebagai
hasil pemikiran, meliputi definisi, pengertian ciri khusus, hakikat, inti/isi
dan sebagainya.
c. Prinsip
yaitu berupa hal-hal utama, pokok, dan memiliki posisi terpenting, meliputi
dalil, rumus, adagium, postulat,
paradigma, teorema, serta hubungan antar konsep yang menggambarkan implikasi
sebab akibat.
d. Prosedur
merupakan langkah-langkah sistematis atau berurutan dalam mengerjakan suatu
aktivitas dan kronologi suatu system.
e. Sikap
atau Nilai merupakan hasil belajar aspek sikap, misalnya nilai kejujuran, kasih
sayang, tolong-menolong, semangat dan minat belajar dan bekerja.
2. Prinsip-Prinsip
Pengembangan Materi
Prinsip-prinsip
dalam menentukan Matrei Pelajaran adalah kesesuaian (relevansi), keajegan (konsistensi),
dan kesukupan (adequacy).
a. Relevansi
artinya kesesuaian. Materi pelajaran hendaknya relevan dengan pencapaian
standar kompetensi dan pencapaian kompetensi dasar.
b. Konsistensi
artinya keajegan. Jika kompetensi dasar yang harus dikuasai ada empat macam,
maka materi yang harus diajarkan juga harus meliputi empat macam.
c. Adequacy
artinya kecukupan. Materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu
peserta didik menguasai kompetensi dasar yang diajarkan. Materi tidak boleh
terlalu sedikit, dan tidak boleh terlalu banyak.
3. Langkah-Langkah
Penentuan Materi Pelajaran
a. Identifikasi
standar kompetensi dan kompetensi dasar
Sebelum menentukan Materi Pelajaran
terlebih dahulu perlu di identifikasi aspek-aspek keutuhan kompetensi yang
harus dipelajari atau diukasai peserta didik. Aspek tersebut perlu ditentukan,
karena setiap standar kompetensi dan kompetensi dasar memerlukan jenis materi
yang berbeda-beda dalam jenis pelajaran. Harus ditentukan apakah standar
kompetensi dan kompetensi dasar yangb harus dikuasai peserta didik termasuk
ranah kognitif, psikomotor, ataukah efektif.
b. Identifikasi
Jenis-Jenis Materi Pelajaran
v Ranah
Kognitif
Identifikasi
dilakukan berkaitan dengan kesesuaian materi pelajaran dengan tingkatan
aktivitas/ranah pembelajarannya.
Materi
yang sesuai dengan ranah kognitif ditentukan berdasarkan prilaku yang
menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian, dan kemampuan
berpikir. Dengan demikian, jenis materi
yang sesuai untuk ranah kognitif adalah fakta, konsep, prinsip,
prosedur.
v Ranah
afektif
Materi
pelajaran yang sesuai ranah afektif ditentukan berdasarkan prilaku yang
menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara
penyesuaian diri. Dengan demikian, jenis materi yang sesuai untuk ranah afektif meliputi rasa dan penghayatan,
seperti pemberian respon, penerimaan, internalisasi, dan penilaian.
v Ranah
Psikomotorik
Materi
pelajaran yang sesuai untuk ranah psikomoror ditentukan berdasarkan prilaku
yang menekankan aspek keterampilan motorik. Dengan demikian, jenis materi yang
sesuai untuk ranah psikomotor terdiri dari gerakan awal, semirutin, dan rutin.
c. Penentuan Cakupan Materi Pelajaran
Dalam penentuan
cakupan atau ruang lingkup materi pelajaran harus memperhatikan apakah
materinya berupa aspek kognitif (fakta, konsep, prinsip, prosedur) aspek
afektif, ataukah aspek psikomotor, karena ketika sudah diimplementasikan dalam
proses pembelajaran maka tiap-tiap jenis materi uraian materi tersebut
memerlukan strategi dan media pembelajaran yang berbeda-beda. Selain
memerhatikan jenis materi juga harus memerhatikan prinsip-prinsip yang perlu
digunakan dalam menentukan cakupan materi pelajaran yang menyangkut keluasan
dan kedalam materinya.
Keluasan
cakupan materi berarti menggambarkan beberapa banyak materi yang dimasukan ke
dalam suatu materi pelajaran. Kedalam materi menyangkut rincian konsep-konsep
yang terkandung di dalamnya yang harus dipelajari oleh peserta didik.
d. Urutan
Materi Pembelajaran
Urutan
penyajian berguna untuk menentukan urutan proses pembelajaran. Tanpa urutan yang tepat, jika diantara
beberapa materi pembelajaran mempunyai hubungan yang bersifat prasyarat akan
menyulitkan peserta didik dalam mempelajarinya.
Materi
pembelajaran yang sudah ditentukan ruang lingkup serta kedalamanya dapat
diurutkan melalui dua pendekatan pokok, yaitu: pendekatan prosedural dan
pendekatan hierarkis.
1. Pendekatan
prosedural
Urutan
materi pelajaran secara prosedural menggambarkan langkah-langkah secara urut
sesuai dengan langkah-langkah melaksanakan suatu tugas. Misalnya
langkah-langkah: mengoperasikan bilangan bulat, menghitung pecahan, dan
sebagainya.
2. Pendekatan
hierarkis
Urutan
materi pelajaran secara hierarkis menggambarkan urutan yang bersifat berjenjang
dari bawah ke atas atau dari atas ke bawah. Materi sebelumnya harus dipelajari
dahulu sebagai prasyarat untuk mempelajari materi berikutnya.
3. Penentuan
sumber belajar
Berbagai
sumber belajar dapat digunakan untuk mendukung materi pelajaran tertentu. Penentuan tersebut harus tetap mengacu pada
setiap sandar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan.
Beberapa Janis sumber
belajar antara lain:
1. Buku
2. Laporan
hasil pnelitian
3. Jurnal
(Penerbitan Hasil Penelitian dan Pemikiran Ilmiah)
4. Majalah
Ilmiah
5. Kajian
Pakar Bidang Studi
6. Karya
Profesional
7. Buku
kurikulum
8. Terbitan
Berkala seperti harian, mingguan, dan bulanan
9. Situs-situs
Internet
10. Multimedia
(TV, video, VCD, kaset audio, dsb)
11. Lingkungan
(alam, sosial, seni budaya, teknik, industri, ekonomi)
12. Narasumber
B. Analisis
Materi Pelajaran
Tayibnapis.2000:
Analisis adalah penyelidikan
suatu peristiwa (karangan, perbuatan
dan sebagainya) untuk
mengetahui apa sebabnya, bagaimana duduk
perkaranya dan sebagainya Analisis Materi Pelajaran adalah kegiatan
pemilihamateri esensial dari keselulruhan materi suatu pelajaran yang merupakan
materi pelajaran minimal yang harus dikuasai dan dimiliki dalam proses
pelajarannya. Materi pelajartan yang esensial itu mencakup tentang konsep kunci
keilmuwan, tema-tema utama, dan nilai-nilai dasar yang memiliki karakteristik
antara lain sebagai berikut :
Ø Universal,
konsep kunci keilmuwan itu memiliki tingkat generalisasi yang tinggi
Ø Adaptif,
artinya dapat memberikan kemampuan kepada siswa untuk mengadaptasi perubahan
dan perkembangan pengetahuan dan teknologi
Ø Transferable,
artinya konsep-konsep yang ada dalam pokok-pokok bahasan tersebut dapat dimanfaatkan atau digunakan bagi pemecahan
masalah dalam berbagai pihak
Ø Aplikatif,
memungkinkan untuk diterapkan atau diaplikasikan secara luas pada berbagai
bidang keilmuwan dan teknologi
Ø Meaningful,
artinya layak bermakna dan bermanfaat untuk diketahui dan dan dikuasi oleh siswa
C. Kaitan
Tujuan Dengan Materi Pelajaran
Dalam konteks pendidikan, tujuan merupakan persoalan
tentang misi dan visi suatu lembaga pendidikan. Artinya, tujuan penyelenggaraan
pendidikan diturunkan dari visi dan misi lembaga, dan sebagai arah yang harus dijadikan rujukan
dalam proses pembelajaran. Komponen ini memiliki fungsi yang sangat penting
dalam sistem pembelajaran. Kalau diibaratkan, tujuan pembelajaran adalah
jantungnya, dan suatu proses pembelajaran terjadi manakala terdapat tujuan yang
harus dicapai. 12
Tujuan pembelajaran membantu dalam mendesain sistem
pembelajaran. Artinya, dengan tujuan yang jelas dapat membantu guru dalam
menentukan materi pelajaran, metode atau strategi pembelajaran, alat, media dan
sumber belajar, serta dalam menentukan dan merancang alat evaluasi untuk
melihat keberhasilan belajar siswa.
D. Kaitan Evaluasi Dengan Materi Pelajaran
Arikunto.2005: Evaluation is the process of
delineating, obtaining, and providing descriptive and judgmental information about the worth and merit of some
object’s goals, design, implementation, and impact in order to guide decision
making serve needs for accountability, and promote understanding of the
involved phenomena.
Evaluasi merupakan suatu proses menyediakan
informasi yang dapat dijadikan sebagai
pertimbangan untuk menentukan harga dan jasa (the worth and merit) dari tujuan
yang dicapai, desain, implementasi dan dampak untuk membantu membuat keputusan,
membantu pertanggung jawaban dan meningkatkan pemahaman terhadap fenomena.
Menurut rumusan tersebut, inti dari
evaluasi adalah penyediaan informasi yang dapat dijadikan sebagai bahan
pertimbangan dalam mengambil keputusan.
Evaluasi merupakan kegiatan pengumpulan kenyataan
mengenai proses pembelajaran secara
sistematis untuk menetapkan apakah terjadi perubahan terhadap peserta
didik dan sejauh apakah perubahan tersebut mempengaruhi kehidupan peserta
didik.
Kaitannya dengan materi pelajaran, dalam evaluasi
pembelajaran itu terdapat evaluasimasukan pembelajaran menekankan pada evaluasi
karakteristik peserta didik, kelengkapan dan keadaan sarana dan prasarana
pembelajaran, karakteristik dan kesiapan tutor, kurikulum dan Materi Pelajaran,
strategi pembelajaran yang sesuai dengan mata pelajaran, serta keadaan
lingkungan dimana pembelajaran berlangsung.
Kesimpulan
Ø Materi
Pelajaran pada hakekatnya merupakan bagian tak terpisahkan dari Silabus, yakni
perencanaan, prediksi dan proyeksi tentang apa yang akan dilakukan pada saat
Kegiatan Pembelajaran.
Ø Jenis-jenis
Materi Pelajaran dapat diklasifikasi sebagai berikut: Fakta, Konsep, Prinsip,
Prosedur, dan Sikap atau Nilai. Prinsip-Prinsip Pengembangan Materi: Prinsip-prinsip yang dijadikan dasar
dalam menentukan Materi Pelajaran adalah kesesuaian (relevansi), keajegan
(konsistensi), dan kecukupan (adequacy). Langkah-langkah penentuan Materi Pelajaran:identifikasi
standar kompetensi dan kompetensi dasar,
identifikasi jenis-jenis Materi Pelajaran,penentuan
cakupan Materi Pelajaran, urutan materi
pembelajaran.
Ø Analisis
Materi Pelajaran adalah kegiatan pemilihan materi esensial dari keselulruhan materi suatu pelajaran yang
merupakan materi pelajaran minimal yang harus dikuasai dan dimiliki dalam
proses pelajarannya.
Ø Tujuan
pembelajaran membantu dalam mendesain sistem pembelajaran. Artinya, dengan
tujuan yang jelas dapat membantu guru dalam menentukan materi pelajaran.
Ø Evaluasi
pembelajaran itu terdapat evaluasi masukan pembelajaran menekankan pada
evaluasi karakteristik peserta didik, kelengkapan dan keadaan sarana dan prasarana
pembelajaran, karakteristik dan kesiapan tutor, kurikulum dan Materi Pelajaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar